Minggu, 27 Desember 2009

Reforma Agraria


Apa itu Reforma Agraria ?

Kelahiran UUPA Tahun 1960 merupakan tonggak penting dalam politik pembaruan agraria nasional. Melalui UUPA, bangsa Indonesia memancangkan tekad politiknya untuk membongkar struktur penguasaan agraria yang bercorak kolonial dan menghisap menjadi struktur penguasaan yang dapat menjamin terwujudnya "sebesar-besar kemakmuran rakyat". Oleh karena itu ada lima misi utama UUPA, yaitu: (1) perombakan Hukum Agraria; (2) pelaksanaan land reform; (3) penataan penggunaan tanah; (4) likuidasi hak-hak asing dalam bidang agraria; dan (5) penghapusan sisa-sisa feodal dalam bidang agraria.
Agenda transformasi struktur agraria seperti dikehendaki UUPA inilah yang dalam terjemahan kebijakan umumnya disebut sebagai agenda reforma agraria. Pada intinya, reforma agraria adalah upaya politik sistematis untuk melakukan perubahan struktur penguasaan tanah dan perbaikan jaminan kepastian penguasaan tanah bagi rakyat yang memanfaatkan tanah dan kekayaan alam yang menyertainya, dan yang diikuti pula oleh perbaikan sistem produksi melalui penyediaan fasilitas teknis dan kredit pertanian, perbaikan metode bertani, hingga infrastruktur sosial lainnya.

Reforma agraria, selain mengacu konstitusi UUD 1945 dan UUPA yang pro-golongan ekonomi lemah, juga Tap MPR No IX/2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam, yang dikuatkan Tap MPR No IV/2002, dikukuhkan Tap MPR No I/2003, dan ditegaskan Tap MPR No V/2003. Esensinya, perlu penataan ulang struktur penguasaan, pemilikan, pemanfaatan dan penggunaan tanah (land reform) [Tap IX/01, Pasal 5 (1b)].

Sejarah Reforma Agraria

Kondisi pertanahan di Indonesia kontemporer belum berubah dari zaman kolonialisme. Sengketa dan ketimpangan pemilikan serta penguasaan tanah adalah warisan penjajahan. Pertengahan tahun 1960 land reform dipraktikkan. Saat itu land reform bertujuan menumpas ketimpangan penguasaan tanah sisa feodalisme dan kolonialisme. Masa keemasan raja-raja pribumi dan penjajah asing pra-Indonesia dalam penguasaan tanah-air di Nusantara coba dikikis. Tanah-tanah yang kepemilikannya melewati batas maksimum dan dikuasai di luar ketentuan Undang- Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960 (UUPA) dijadikan objek land reform.

Sayang, land reform yang menurut Bung Karno "bagian mutlak revolusi kita" ternyata ternoda konflik vertikal dan horizontal. Kericuhan sosial dipengaruhi polarisasi ideologis-politis massa rakyat yang terkotak-kotak bingkai ideologi dan partisan. Kelompok "kiri" pendukung land reform bersitegang dengan "kanan" penolak land reform. Stabilitas politik nasional terguncang.

Pada era Bung Karno, land reform yang baru dimulai terhenti akibat pergantian rezim. Kolaborasi kepentingan elite dalam negeri dengan kekuatan asing anti-reform mengganjal land reform. Jika Soekarno menganut politik agraria pro-rakyat kecil, Soeharto pro-modal besar. Sepanjang 30 tahun Orde Baru, land reform tak hanya diabaikan, tetapi dimusuhi, ide maupun penganut-penganjurnya

Tantangan Pelaksanaan Reforma Agraria

Harus diakui, selama Orde Baru amanat dari cita-cita kemerdekaan nasional di lapangan agraria ini cenderung diingkari. Dan ketika hal ini diingkari, maka tidak mengherankan apabila persoalan agraria lantas hanya dilihat dalam bingkai perspektif sektoralisme. Dan dengan begitu, maka ia telah diposisikan sebagai "non-faktor" dari proses ekonomi-politik yang berlangsung. Ia tidak dilihat lagi sebagai independent variable bagi politik pembangunan dan agenda nasional yang dijalankan. Namun sebaliknya, problem-problem agraria yang sudah ada maupun baru muncul hanya dilihat sebagai "dampak" belaka, atau "eksternalitas", dari sebuah proses ekonomi-politik yang disebut "Pembangunan". Dengan kata lain, merupakan sebuah "efek samping" yang bisa dimengerti dan wajar-wajar saja.
Pemahaman semacam ini sudah pasti salah besar karena apa yang disebut "efek samping" itu ternyata telah melahirkan 1.753 sengketa tanah struktural dengan luas lahan sengketa hampir 11 juta hektar dan menimbulkan kerugian pada lebih dari 1,1 juta KK (data base KPA selama periode 1970-2001). Padahal ini baru kasus yang manifes dan tercatat saja. Hal ini membuktikan bahwa pengabaian atas amanat cita-cita kemerdekaan di bidang agraria telah menimbulkan komplikasi-komplikasi yang jauh lebih mendalam dan meluas daripada kondisi di awal kemerdekaan.

Oleh karena itu, urgensi pelaksanaan reforma agraria saat ini menjadi kian tinggi, lebih dari masa yang sudah-sudah. Tetapi pada saat yang sama, kita pun harus menyadari bahwa kerumitan persoalan agraria yang telanjur ada membuat tantangan reforma agraria menjadi semakin besar. Dengan membatasi pada konstelasi politik dan birokrasi nasional yang ada saat ini saja, ada beberapa faktor yang menghambat tercapainya konsensus mengenai pelaksanaan reforma agraria di Indonesia.

Pertama, politik agraria era Orde Baru yang anti reforma agraria melahirkan sejumlah komplikasi di bidang hukum, kelembagaan, dan kebijakan di bidang agraria yang menyebabkan terjadinya tumpang tindih perundangan dan sektoralisme antar lembaga. Seiring dengan ini, UUPA yang semula menjadi UU payung digerogoti oleh UU sektoral. Kedua, watak birokrasi di Indonesia yang terbiasa mengedepankan stabilitas politik dan liat terhadap perubahan yang besar telah mendorong mereka untuk secara sadar memilih mengelak dari menangani isu-isu "peka" seperti reforma agraria ini. Apalagi psikologi politik yang selama ini ditanamkan Orde Baru bahwa reforma agraria identik dengan komunis sudah demikian mengakar. Akhirnya, tetapi bukan yang terakhir, para elite ekonomi-politik, termasuk kroni-kroninya, banyak yang telah menikmati kondisi penguasaan agraria saat ini sehingga mereka cenderung merintangi jalannya reforma agraria karena akan mengancam kepentingan ekonomi dan politik mereka. Kesemuanya ini telah menyebabkan reforma agraria belum kunjung menjadi agenda politik nasional yang disepakati secara bulat.

Realisasi Reforma Agraria

Dalam sebuah kesempatan Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono menyatakan bahwa program reforma agraria, yakni pendistribusian bertahap tanah untuk rakyat, dilaksanakan mulai 2007. Dialokasikan tanah bagi rakyat termiskin dari hutan konvesi dan tanah lain yang menurut hukum pertanahan di Indonesia boleh diperuntukan bagi kepentingan rakyat. Presiden menyebutnya sebagai prinsip tanah untuk keadilan dan kesejahteraan rakyat (Kompas, 12/2/2007).

Hal itu ditegaskan oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto menegaskan, pemerintah akan melaksanakan reforma agraria pada 2007 hingga 2014. Untuk tahap awal, pemerintah mengalokasikan 8,15 juta hektar tanah untuk diredistribusi. 6 juta hektar untuk masyarakat miskin dan 2,15 juta hektar untuk pengusaha guna usaha produktif yang melibatkan petani perkebunan Disebutkan, tanah yang akan dibagikan berasal dari lahan kritis, hutan produksi konversi, tanah telantar, tanah milik negara yang hak guna usahanya habis, maupun tanah bekas swapraja. Reforma agraria dimaksudkan untuk memberi rakyat akses atas tanah sebagai sumber ekonomi, mengatasi sengketa, dan konflik pertanahan. Pemberian tanah bagi keluarga miskin diharapkan meningkatkan taraf hidup mereka (Kompas,13/12/2006).


Konsep dan Praktek Reforma Agraria

Visi ideologis reforma agraria mestilah mengacu Undang-Undang No 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA) yang memiliki jiwa dan semangat kerakyatan yang mendahulukan kepentingan golongan ekonomi lemah. UUPA yang pada tanggal 29 Januari 2007 disepakati pemerintah dan DPR untuk tak diubah, makin urgen dijalankan. Orientasi kepada kaum miskin sebagai konsekwensi dari komitmen pemerintah dalam memberantas kemiskinan, sudah benar. Reforma agraria memang banyak modelnya. Tapi rakyat miskin seperti buruh tani, petani gurem, petani penggarap dan masyarakat adat di pedesaan mutlak jadi subjek utama penerima manfaat. Para “penguasa” dan “pengusaha” perlu dikelola agar berkontribusi positif dalam reform, bukan malah jadi penghalang. Harus dicegah kalangan di luar si miskin mendompleng dan curi kesempatan dalam kesempitan. Wacana dan konsep mantap reforma agraria perlu dibuktikan di lapangan. Pemerintah perlu merumuskan formula-formula praktis reforma agraria. Perlu juga digalang konsolidasi nasional sehingga reforma agraria untuk mengakhiri ketidakadilan sosial yang lahir dari rahim ideologi, politik, hukum dan praktek kebijakan yang pro-modal besar jadi agenda bersama.
Reforma Agraria, selain mengacu konstitusi UUD 1945 dan UUPA yang pro-golongan ekonomi lemah, juga Tap MPR No IX/2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam, yang dikuatkan Tap MPR No IV/2002, dikukuhkan Tap MPR No I/2003, dan ditegaskan Tap MPR No V/2003. Esensinya, perlu penataan ulang struktur penguasaan, pemilikan, pemanfaatan dan penggunaan tanah (land reform).

Masa Depan Reforma Agraria

Terkait kelembagaan pelaksana reforma agraria, BPN oleh Perpres 10/2006 diberi kewenangan melaksanakan reforma agraria hendaknya segera menyediakan berbagai instrumen untuk memenuhi tujuan agenda ini. Lebih lanjut, kelembagaan baru yang menjamin sinergi dan koordinasi lintas sektor perlu diwujudkan.
Kelembagaan ini mestilah bertugas: (a) menyiapkan pra-kondisi, pembiayaan, kelembagaan, strategi dan perencanaan; (b) mengkordinasikan departemen dan badan pemerintah terkait, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat; (c) menangani konflik agraria masa lalu dan konflik agraria yang muncul akibat pelaksanaan reforma agraria; dan (d) menjalankan penataan penguasaan, pemilikan, pemanfaatan dan penggunaan tanah serta fasilitasi program pendukungnya. Organisasi serta komunitas rakyat yang paling berkepentingan atas pembaruan agraria juga perlu perlu diperkuat.

Biaya reforma agraria mesti dialokasikan dalam APBN dan APBD. Jangan gunakan utang luar negeri. Selain jadi beban dan menyebabkan ketergantungan kepada pihak asing, utang membuka ruang intervensi pemberi utang atas agenda nasional kita. Disadari agenda ini besar dan berat. Dialog sehat dan kerjasama sinergi berbagai komponen bangsa niscaya dapat menepis kelemahan dan ancaman di depan mata. Kita harus mengubah tiap kelemahan jadi kekuatan, segenap ancaman jadi peluang.

RENCANA STRATEGIS
BADAN PERTANAHAN NASIONAL INDONESIA

11 Agenda Kebijakan BPN RI
1. Membangun kepercayaan masyarakat pada Badan Pertanahan Nasional.
2. Meningkatkan pelayanan dan pelaksanaan pendaftaran, serta sertifikasi tanah secara menyeluruh di seluruh Indonesia.
3. Memastikan penguatan hak-hak rakyat atas tanah (land tenureship).
4. Menyelesaikan persoalan pertanahan di daerah-daerah korban bencana alam dan daerah-daerah konflik.
5. Menangani dan menyelesaikan perkara, masalah, sengketa, dan konflik pertanahan di seluruh Indonesia secara sistematis.
6. Membangun Sistem Informasi Pertanahan Nasional (SIMTANAS), dan sistem pengamanan dokumen pertanahan di seluruh Indonesia.
7. Menangani masalah KKN serta meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat.
8. Membangun data base pemilikan dan penguasaan tanah skala besar.
9. Melaksanakan secara konsisten semua peraturan perundang-undangan Pertanahan yang telah ditetapkan.
10. Menata kelembagaan Badan Pertanahan Nasional.
11. Mengembangkan dan memperbarui politik, hukum dan kebijakan Pertanahan

Rencana Strategis Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia 2007-2009

VISI:
Menjadi lembaga yang mampu mewujudkan tanah dan pertanahan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, serta keadilan dan keberlanjutan sistem kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan Republik Indonesia.


MISI:
Mengembangkan dan menyelenggarakan politik dan kebijakan pertanahan untuk:
• peningkatan kesejahteraan rakyat, penciptaan sumber-sumber baru kemakmuran rakyat, pengurangan kemiskinan dan kesenjangan pendapatan, serta pemantapan ketahanan pangan;
• peningkatan tatanan kehidupan bersama yang lebih berkeadilan dan bermartabat dalam kaitannya dengan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah (P4T);
• perwujudan tatanan kehidupan bersama yang harmonis dengan mengatasi berbagai sengketa, konflik dan perkara pertanahan di seluruh tanah air dan penataan perangkat hukum dan sistem pengelolaan pertanahan sehingga tidak melahirkan sengketa, konflik dan perkara di kemudian hari;
• keberlanjutan sistem kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan Indonesia dengan memberikan akses seluas-luasnya pada generasi yang akan datang terhadap tanah sebagai sumber kesejahteraan masyarakat;
• Menguatkan lembaga pertanahan sesuai dengan jiwa, semangat, prinsip dan aturan yang tertuang dalam UUPA dan aspirasi rakyat secara luas.

SASARAN:
Dengan memperhatikan tugas pokok dan fungsi serta visi dan misi BPN-RI 2007-2009 tersebut, maka sasaran strategis yang diharapkan adalah sebagai berikut:
• Pertanahan berkontribusi secara nyata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, penciptaan sumber-sumber baru kemakmuran rakyat, pengurangan kemiskinan dan kesenjangan pendapatan, serta peningkatan ketahanan pangan (Prosperity).
• Pertanahan berkontribusi secara nyata dalam peningkatan tatanan kehidupan bersama yang lebih berkeadilan dan bermartabat dalam kaitannya dengan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah (P4T) (Equity).
• Pertanahan berkontribusi secara nyata untuk mewujudkan tatanan kehidupan bersama yang harmonis dengan mengatasi berbagai sengketa, konflik dan perkara pertanahan di seluruh tanah air serta melakukan penataan perangkat hukum dan sistem pengelolaan pertanahan sehingga tidak melahirkan sengketa, konflik dan perkara di kemudian hari (Social Welfare).
• Pertanahan berkontribusi secara nyata bagi terciptanya keberlanjutan sistem kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan Indonesia dengan memberikan akses seluas-luasnya pada generasi yang akan datang terhadap tanah sebagai sumber kesejahteraan masyarakat (Sustainability)

Rencana Strategis BPN-RI 2007-2009 merupakan penyempurnaan dan pemfokusan kembali Rencana Strategi BPN-RI 2004-2009. Penyempurnaan tersebut merupakan suatu keniscayaan, setelah dilakukannya reorientasi politik dan kebijakan pertanahan tahun 2006 dengan tujuan utama peningkatan kesejahteraan rakyat serta penciptaan struktur sosial dan tatanan politik nasional yang lebih kokoh di masa depan. Reorientasi tersebut (sebagaimana yang diindikasikan pada Perpres No. 10/2006 tentang Badan Pertanahan Nasional) telah diikuti dengan penataan kelembagaan untuk memastikan bahwa struktur organisasi yang baru mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Rencana Strategis BPN-RI 2007-2009 merupakan pedoman sekaligus kendali dan acuan koordinasi bagi setiap unit kerja pada semua tingkatan organisasi BPN-RI. Sebagai komitmen perencanaan, ia juga berfungsi sebagai alat bantu dan tolok ukur dalam menjalankan misi, kebijakan serta program nasional untuk mencapai sasaran-sasaran strategis yang telah ditetapkan.


DAFTAR PUSTAKA

http://www.bpn.go.id

http://222.124.164.132/article.php?sid=97978

http://www.kompas.com

http://kpa.or.id

http://sinarharapan.com

http:// blogatwordpress.com.

http://walhi.com

Mother Teresa



Dilahirkan di Skopje, Yugoslavia, dengan nama Agnes Boyakhul, 26 Agustus 1910. la masuk Biara 1oretto di Irlandia 1928. Setahun sesudahnya dikirim ke India untuk menjalankan novisiatnya di sana dan memulai karya sebagai guru, mengajar di
SMP St.Mary Calcuta. Ia mengajar di situ hampir 20 tahun. Pada tahun 1946 dalam perjalanan menuju retret tahunannya, ia berkata: "Aku mendengar panggilan untuk meninggalkan segalanya dan mengikuti DIA ke lorong-lorong kumuh untuk melayani orang-orang miskin dan terlantar.

la mengajukan permohonan kepada pimpinan Biara Loretto dan pada tahun 1984 ia meninggalkan biara Lorreto. Dalam ketaatan kepada Uskup Agung Calcuta, ia memulai hidup di tengah orang-orang miskin. Ia mendirikan sekolah di daerah kumuh dan mulai mengajar anak-anak miskin di situ. la juga belajar obat-obatan sederhana dari para suster BKK (Biarawati Karya Kesehatan) dan mulai mengunjungi rumah-rumah orang sakit dan merawat mereka. Tidak lama banyak gadis alumni Sekolah St. Mary bergabung dengan dengan dia dan melayani orang-orang menderita itu.
Tahun 1952 ia bertemu seorang wanita yang dibuang, sedang dalam keadaan hampir mati di jalan. Badannya penuh dengan tikus-tikus dan semut. Ia mengangkat wanita itu dan membawanya ke Rumah Sakit, tetapi Rumah Sakit tidak melayani. Teresa Ialu membawa ibu itu ke Wahkota dan meminta pertolongan untuk melayani orang-orang miskin, agar mereka boleh mendapat tempat perlindungan yang layak. Petugas kesehatan membawa dia ke sebuah gedung di dekat kuil Hindu. Gedung itu tidak dipakai, kecuali sebagai penginapan bagi para pengunjung kuil. Petugas kesehatan itu menawarkan rumah itu kepada Ibu Teresa untuk digunakan. Dalam sehari ia menampung banyak orang sakit di situ dan memulai di rumah itu tempat untuk orang sakit payah - yang sekarang terkenal dengan nama: Kalighat.
Bertahun-tahun ia mengembangkan karya pelayanannya ini secara subur. la melayani hampir setiap penderita yang ia jumpai untuk dilayani; memberi perlindungan, memelihara anak-anak yatim-piatu, memberi makan yang lapar dan memberi pakaian kepada yang telanjang, membuka klinik untuk keluarga berencana, pelayanan perawatan jalan, dan perawatan orang-orang lepra.
Ia mendirikan Tarekat Misionaris Cintakasih, yang sekarang sudah lebih dari 3000 anggotanya, yang bekerja di 52 negara di manca negara seperti di Roma, Addis Ababa, Bronx, Jenkins, Kentucky. Para suster menjalankan hidup bakti dengan mengikrarkan kaul ke-empat yakni "Dengan Segenap Hati Dan Seluruh Diri. Memberikan Pelayanan Bebas Kepada Mereka Yang Paling Miskin". Dalam situasi dunia di mana panggilan hidup religius berkurang, suster Misionaris Cintakasih ini malah bertumbuh amat subur. Penjelasan untuk ini sangat sederhana, kata Ibu Teresa: "Ada banyak wanita data pekerjaan seperti ini yang masih tetap mencari suatu kehidupan doa, kemiskinan dan pengorbanan."
Pekerjaan Ibu Teresa diakui di seluruh dunia. Ia terkenal sebagai wanita yang diakui di mata dunia dan pada tahun 1979 ia mendapat hadiah Nobel Perdamaian.
Kemasyhuran nama seperti itu tidak memudarkan cara hidqpnya yanq luqu yanq bersinarkan cinta-kasih Kristus kepada orang-orang miskin. la berjalan dengan kaki telanjang ke mana saja bila perlu dan tidur di tantai rumah-rumah penampungan orang miskin bersama suster-suster dan novis-novisnya. la makan makanan orang sederhana dan minum air putih. Seperti semua susternya, ia pun mempunyai hanya dua buah baju putih sari dan sendiri mencuci pakaian.

Para pengunjung merasa terharu oleh kesederhanaan hidupnya. Mereka menyaksikan ia sedang menyisir rambut seorang anak gadis India. Ia memadamkan listrik kalau ekaristi atau doa di kapel sudah tidak lagi butuh terang lampu untuk membaca. Hal-hal itu lebih menunjuk kepada cara hidup dan semangatnya. "Tak ada uang yang diberikan kepada orang miskin." .a menjelaskan: "Adalah suatu pemborosan kalau kita membiarkan listrik bernyala tanpa diperlukan. Kta hanya boleh menggunakan kalau itu perlu sekali".
Ibu Teresa pergi ke mana-mana untuk berbicara tentang pelayanan kasih. Ia tidak menumpuk uang untuk tarekatnya. Uang-uang yang aiperolehnya semuanya dipakai untuk pelayanan orang-orang kecil itu. la berbicara sederhana dan gamblang, tepat sasaran. Ia menggambarkan dengan jelas warta cinta kasih Yesus bagi orang-orang miskin dan teriantar. Pewartaannya merupakan pancaran nyala cinta seperti yang digambarkannya dalam ungkapan-ungkapan yang terus-menerus diulanginya: "Kami buat karena Yesus, untuk Yesus dan bersama Yesus". "Sesuatu yang indah untuk Tuhan", "memberi sampai diri sendiri menderita karena memberi", "layanilah Yesus dalam orang-orang yang menderita dan terbuang".
Terbukti orang-orang yang tersentuh pelayanan Ibu Teresa akan bertanya: "Apa yang dapat saya lakukan?"; jawabannya selalu sama; yakni, suatu jawaban yang memperjelas visinya. Jawaban diberikan secara pribadi, sesuai tempat di mana kita berada: "Mulai saja, ...satu, satu, satu", ujarnya. "Mulai di rumah dengan mengatakan sesuatu yang baik kepada anakanakmu, kepada suamimu, atau kepada istrimu. Mulai dengan melakukan apa saja yang dapat kau lakukan, sesuatu yang indah untuk Allah". Sebagai suatu kritik sosial, ia mengganti kebiasaan memerintah dengan pelayanan.
Selama tahun-tahun pelayanannya ia tidak nampak jera atau lelah. la selatu tampak gembira, ceria, yang merupakan unsur paling penting dalam hidup para suster Misionaris Cintakasih.
la menghayati kegembiraan kebangkitan. Kegembiraan dan sukacita adatah pusat karya pelayanannya. "Buatiah apa yang kau mau buat dengan gembira dan dengan suatu hati penuh bahagia", ia menasehati suster-susternya. Orang-orang yang sakit payah adalah tubuk hati Yesus yang bersengsara.
"Kapan saja engkau menjumpai Yesus, tersenyumlah kepada-Nya". la mengatakan kepada suster-susternya, 'Uikalau kamu tidak mau tersenyum kepada Yesus, maka lebih baik bungkusla pakaianmu dan pulang saja ke rumah".
Pada suatu kesempatan konferensi pers di USA, ia ditanyakan hal-hal sekitar perubahan dan perkembangan di dalam Gereja, masalah emansipasi wanita, kerohanian dunia Barat, ekonomi dan penggunaan media untuk pewartaan Injil. la mengatakan: "Saya tidak tahu apa-apa tentanq hal itu." Atau bahkan ia balik bertanya yang ada kaitannya dengan visinya: "Kalau anda melakukan pekerjaan ini untuk kemuliaan diri, Anda hanya lakukan itu untuk satu tahun, dan tidak lebih. Hanya kalau engkau melakukan itu untuk Yesus maka engkau akan terus maju." Ibu Teresa dan suster-susternya menghayati Injil secara harafiah dan amat radikal.
Kepada anggota-anggota pers, paling sedikit waktu ia berbicara pada kesempatan itu, ia sangat berbeda pengalaman dengan semua yang lain. Mereka tidak biasa mendengar seseorang berkata bahwa ia mencintai Yesus dan didorong oleh Yesus, atau didukung oleh Ekaristi dan doa. Ada beberapa orang yang terharu, yang dapat kita saksikan dengan melihat mata mereka. Kebanyakan orang kehilangan warta kasih yang sebenarnya dan memandang dia sebagai wanita naif yang coba mempengaruhi dunia yang tidak dapat lagi berubah situasi sosiainya ini. Mereka memuji dia dan pekerjaannya, sambil kehilangan kesederhanaan dan 'Keluguan motivasinya.
Beberapa orang yang mengenal Ibu Teresa, yang menggunakan waktu berbincang - bincang dengan dia, merasakan bahwa beliau sungguh satu karunia Tuhan bagi jaman kita. Barangkali ia juga salah satu dari tokoh-tokoh historis yang muncul sebagai nabi yang datang untuk memperingatkan kita akan warta gembira Injil, mengingatkan kita akan apa yang Allah Bapa harapkan dari kita.
Agnes Boyaxhui mengeluh tentang kata-kata dan mengatakan: "Terlalu banyak kata-kata". "Biarkan mereka melihat saja apa yang kita buat". Tetapi ia terus berbicara, dengan sabar mengulangi hal-hal pokok dari cita-cita dan visinya. Beberapa ungkapan yang mengikuti - pembicaraannya - semoga dapat menjadi inspirasi dan pemahaman tentang wanita itu dan karyanya. 
Ibu Teresa mengajarkan kita untuk hidup dengan kerendahan hati, berikut ini adalah point-point dari kerendahan hati yang diajarkan oleh ibu Teresa :
  Berbicara sesedikit mungkin tentang diri sendiri
  Uruslah sendiri persoalan-persoalan
  Hindarilah rasa ingin tahu
  Janganlah mencampuri urusan orang lain
  Terimalah pertentangan dengan kegembiraan
  Jangan memusatkan perhatian kepada kesalahan orang lain
  Terimalah hinaan dan caci maki
  Terimalah perasaan tak diperhatikan, dilupakan dan dipandang rendah
  Mengalah terhadap kehendak orang lain
  Terimalah celaan walaupun anda tidak layak menerimanya
  Bersikap sopan dan peka, seklipun seseorang memancing amarah anda
  Janganlah mencoba agar dikagumi dan dicintai
  Bersikap mengalah dalam perbedaan pendapat, walaupun anda  benar
  Pilihlah selalu yang tersulit




Rabu, 23 Desember 2009

Sang Pemimpi


Akhirnya film Sang Pemimpi telah diputar di bioskop seluruh Indonesia per 17 Desember yang lalu. Film Sang Pemimpi yang diambil dari novel tetralogi karangan Andrea Hirata ini menjadi salah satu film yang paling ditunggu, setelah mendulang sukses dalam film pertama yang berjudul Laskar Pelangi . Film Sang Pemimpi yang disutradarai oleh Riri Reza ini mengambil gambar di beberapa kota antara lain Manggar, Tanjung Pandan, Jakarta dan Bogor.

Film Sang Pemimpi ini menceritakan tentang masa muda Ikal, Arai dan Jimbron. Seperti kutipan dari bang Rhoma Irama “masa muda masa yang berapi-api” masa muda Ikal, Arai dan Jimbron penuh dengan mimpi, keingintahuan, dan semangat membara. Berawal dari pertemuan Ikal dengan Arai saudara jauhnya yang menjadi yatim piatu sehingga mendapat panggilan simpai keramat. Arai merupakan sosok yang tegar, penuh dengan ide-ide gila yang terkadang tidak bisa ditangkap oleh nalar, penuh dengan mimpi-mimpi, mempunyai optimisme yang tinggi dan mempunyai hati selembut salju. Ikal yang seharusnya menjadi penghibur untuk Arai yang baru saja di tinggal oleh ayahnya malah menjadi pribadi yang dihibur oleh Arai. Kesedihan karena ditinggal oleh sahabat dekatnya Lintang langsung hilang dan inilah yang membuat Ikal ingin selalu berada didekat Arai, sang Lone Ranger.


Selain Arai Ikal juga mempunyai seorang sahabat baik yang bernama Jimbron, Jimbron merupakan seorang yatim piatu yang diasuh oleh pendeta Geovanny. Jimbron mempunyai wajah yang polos seperti seorang anak kecil dan memiliki badan yang subur. Ketika kecil Jimbron mengalami kisah yang tragis, sang ayah meninggal di depan matanya. Ketika ayahnya sedang sekarat Jimbron membawanya menuju puskesmas dengan sepeda yang berjalan sangat lambat sehingga ketika sampai di puskesmas ayah Jimbron telah tiada. Jimbron menjadi takut dan tidak bisa menjawab pertanyaan dari orang-orang disekelilingnya sehingga Jimbron menjadi gagap. Jimbron merupakan sosok yang sangat terobsebsi dengan kuda, pengetahuannya tentang kuda sangatlah luas dan dalam. Jimbron merupakan sosok yang polos, tulus dan merupakan penyeimbang antara Ikal dan Arai, sang pemimpi.


Ikal, Arai dan Jimbron kemudian bersekolah di SMA Negeri Manggar, satu-satunya SMA Negeri yang berada di Belitung bagian timur. Hari –hari dilalui dengan bersekolah dari pagi hingga siang lalu dilanjutkan dengan bekerja hingga malam hari, menjadi kuli panggul di pelabuhan ikan, kernet angkutan umum, tukang cuci di warung dan beberapa pekerjaan serabutan lain yang penting bisa menambah uang saku mereka. Disekolah mereka ada 2 orang guru yang memiliki peranan penting dalam pembentukan mental dan pribadi Ikal, Arai dan Jimbron. Yang pertama adalah pak Mustar, wakil kepala sekolah sekaligus guru biologi Ikal, Arai dan Jimbron. Pak Mustar terkenal dengan tangan besinya dan memiliki disiplin yang tinggi, terkenal dengan aturan-aturan yang ketat dan juga hukuman yang keras, semua itu dilakukannya agar anak-anak didiknya kelak menjadi orang yang sukses yang tidak hanya bisa bermimpi setinggi langit tapi juga bisa meraihnya. Yang kedua adalah pak Ichsan Balia, guru sastra yang inspiratif dan selalu bersemangat sekaligus sosok yang selalu menanamkan dalam diri murid-muridnya untuk berani bermimpi, menggali ilmu sebanyak-banyaknya, mengelilingi dunia dan membuat Ikal dan Arai berani bermipi untuk bersekolah di Paris, Prancis.


Selayaknya anak-anak SMA Ikal, Arai dan Jimbron mempunyai kisah-kisah khas remaja yang baru tumbuh. Rasa keingintahuan yang besar, serta kisah cinta mereka dengan lawan jenis menjadi bumbu dalam film ini. Arai yang menaruh hati kepada Zakiah Nurmala teman sekelasnya yang cantik rupawan melakukan berbagai cara agar bisa mendapatkan hati Nurmala pujaan hatinya. Mulai dari membuat sajak hingga merayunya tapi hati Nurmala masih tertutup untuk Arai. Bukan Arai namanya kalau menyerah begitu saja, secara tidak sengaja Arai berjumpa dengan seorang pemimpin orkes melayu bernama bang Zaitun yang memiliki banyak pengalaman dan kiat untuk mendapatkan hati perempuan. Araipun belajar bermain gitar kepada bang Zaitun dan ketika mendekati hari kelulusan Arai menyanyikan sebuah lagu dengan mengenakan pakaian khas melayu dan didampingi orkes bang Zaitun di belakangnya. Arai bernyanyi sambil memainkan gitar didepan jendela kamar Nurmala, hati wanita mana yang tidak luluh dengan perlakuan seperti ini? Bisa dibilang Arai sukses merebut hati Zakiah Nurmala yang kelak akan menjadi pendamping hidupnya.

Lain Arai lain pula Jimbron, Jimbron jatuh hati kepada Laksmi seorang wanita yang bekerja di pasar tempat Ikal, Arai dan Jimbron bekerja paruh waktu. Laksmi merupakan sesosok wanita yang tak pernah tersenyum walaupun dia memiliki senyum yang sangat indah, menurut Jimbron. Laksmi kehilangan senyumnya sejak kehilangan kedua orang tuanya. Jimbron selalu berusaha membuat Laksmi tersenyum kembali dengan semua cerita dan leluconnya yang tentu saja tentang kuda. Sayangnya semua usaha Jimbron tak membuahkan hasil Laksmi tetap terdiam dan tak pernah tersenyum. Suatu hari Jimbron mendengar kabar bahwa Capo Lam Nyet Pho, hendak membuat peternakan kuda di Belitong dan mendatangkan kuda dari Australia. Jimbron senang bukan kepalang hingga semakin sering bermimpi dan menggigau tentang kuda. Beruntung Jimbron mempunyai sahabat seperti Arai, secara diam-diam Arai bekerja kepada Capo Lam Nyet Pho dengan bayaran bisa berlatih menaiki kuda dan boleh membawanya 1 hari saja. Suatu pagi Arai membawa kuda itu kehadapan Jimbron, Jimbron senang bukan kepalang kemudian menaiki kuda itu dan membawanya kehadapan Laksmi. Akhirnya untuk pertamakalinya Laksmi bisa tersenyum.

Ikal memiliki cerita tersendiri, disamping kamar tempat mereka bertiga tidur terdapat sebuah bioskop. Suatu hari bioskop tersebut memutar “film panas” dimana pada gambar film tersebut menampikan seorang wanita menggunakan baju berwarna merah dan sedang menggendong seekor anjing. Layaknya anak muda Ikal tergoda untuk menonton film tersebut, tapi Ikal tidak berani karena menonton film Indonesia dilarang keras oleh pak Mustar. Semakin lama Ikal semakin gelisah hingga terbawa mimpi, Arai dan Jimbron mengetahui hal itu lalu mengajak Ikal menonton film tersebut dengan cara menyamar dengan menggunakan sarung sebagai penutup muka seperti suku perahu terapung. Meraka bertiga sukses masuk kedalam bioskop dan menonton film tersebut. Sepanjang pemutaran film Ikal, Arai dan Jimbron menahan nafas melihat adegan demi adegan yang ditayangkan. Sayangnya nasib baik belum memayungi mereka A Kiun si penjaga loket mengetahui adanya penyusup lalu dia memanggil pak Mustar dan memergoki Ikal, Arai dan Jimbron. Sebagai hukuman dari pak Mustar mereka bertiga harus membersihkan kamar mandi sekolah yang kotor sampai bersih.

Disaat sedang bersemangat meraih mimpi ada kabar yang mengejutkan Ikan dan Arai. PN Timah kolaps artinya ayah mereka kini telah kehilangan pekerjaan. Ikal dan Arai pulang dengan perasaan yang bercampur aduk. Ayah mereka pak Seman Said Harun meminta kedua anakmya untuk tetap melanjutkan sekolah mereka, apa pun alasannya mereka harus tetap bersekolah. Tidak seperti Arai yang tetap optimis melihat kedepan, Ikal mulai bimbang antara menerima kenyataan atau tetap mengejar mimipi. Dalam kebimbangannya Ikal sering membolos sekolah dan bekerja di pelabuhan . Di pelabuhan dia bertemu dengan bang Rokib pelaut melayu yang telah banyak belayar. Ikal ingin ikut bang Rokib berlayar, meraih mimpi dengan jalannya sendiri. Ketika sedang bekerja di pelabuhan Ikal bertemu dengan pak Mustar yang kemudian menasehatinya. Ikal hanya tertunduk diam tak berkata apa-apa.

Hari penerimaan raporpun datang. Pak Mustar memiliki metode yang unik dalam pemberian rapor, orangtua duduk di kursi yang telah ditentukan berdasarkan peringkat anaknya disekolah. Hal ini dimaksudkan agar anak bisa bertanggung jawab terhadap hasil belajarnya selama 1 semester. Pak Seman Said Harun ayah dari Ikal dan Arai datang dengan mengenakan safari 4 kantong kebanggaannya untuk mengambil rapor anak-anaknya. Bila biasanya pak Harun duduk dideretan depan kini dia harus duduk dibarisan belakang. Setelah pengambilan rapor seperti biasa pak Harun mendatangi Ikal dan Arai, menepuk bahu mereka, mengelai rambut kedua anaknya dengan lembut kemudian mengucapkan Assalamualaikum dan pulang. Tidak ada kata-kata lain hanya senyum khas seorang ayah kepada anaknya. Hal ini membuat Ikal sadar dan menyesal, Ikal kemudian berlari dan mengejar ayahnya. Di tengah perjalanan Ikal bertemu dan memeluk ayahnya sambil menangis tersedu dan meminta maaf kepada ayahnya. Di dalam hati Ikal berjanji untuk tidak mengecewakan ayahnya lagi dan sebagai bukti permintaan maafnya Ikal belajar lebih giat lagi sehingga Ikal dan Arai lulus dengan nilai memuaskan.

Setelah lulus SMA Ikal dan Arai berangkat ke Jakarta dengan menumpang kapal bang Rokib. Berbekal doa dari kedua orangtua mereka, pak Mustar, pak Ichsan Balia serta celengan berbentuk kuda dari Jimbron Ikal dan Arai pun melanjutkan langkah mereka untuk meraih mimpi mereka, sekolah di Prancis. Namun nasib baik belum berpihak kepada mereka. Rencana awal menuju Depok kemudian ke Jakarta gagal mereka terdampar di Bogor. Kemudian mereka bekerja serabutan sambil terus belajar hingga akhirnya mereka mengikuti tes penerimaan mahasiswa baru. Akhirnya Ikal dan Arai berhasil lulus tes tersebut. Ikal diterima di fakultas ekonomi UI dan Arai di fakultas Biologi UI. Setelah lulus ternyata Ikal dan Arai kesulitan menemukan pekerjaan . Ikal akhirnya bekerja di kantor pos sebagai juru sortir surat, sedangkan Arai belum mendapatkan pekerjaan.


Suatu hari Arai datang ke kantor Ikal dan memberikan Koran yang berisi tentang beasiswa S-2 ke Prancis, semangat mereka semangat mereka kembali tumbuh, tetapi Arai tiba-tiba menghilang entah kemana. Ikal yang sempat putus asa menunggu kabar dari Arai mencoba melanjutkan mimpinya seorang diri. Berbekal dengan celengan kuda yang diberikan Jimbron, Ikal membeli seperangkat computer untuk membuat proposal demi meraih beasiswa ke Prancis. Setelah itu Ikal datang ke Jakarta dan melakukan interview betapa terkejutnya Ikal ketika dia tahu bahwa Arai juga berada di kantor tersebut sedang mempresentasikan proposalnya. Ternyata selama ini Arai berada di Kalimantan melakukan riset untuk proposalnya.

Hari yang ditunggu-tunggupun tiba , dua buah surat datang kerumah orangtua Ikal dan Arai di Belitong. Surat tersebut memberutahukan bahwa Ikal dan Arai mendapat beasiswa melanjutkan studi mreka di Paris Prancis, betapa bahagianya hati kedua orang tua meraka. Akhirnya Ikal dan Arai berhasil meraih mimpi mereka, bukan hanya bermimpi tapi juga mewujudkannya.

Pemeran dalam Sang Pemimpi :
1. Ikal (kecil)  : Zulfany
2. Ikal (remaja) : Sandy Pranatha
3. Ikal (dewasa) : Lukman Sardi
4. Arai (remaja) : Ahmad Syaifullah
5. Arai (Dewasa) : Ariel Peterpan
6. Jimbron (Remaja) : Azwir Fitrianto
7. Seman Said Harun : Mathias Muchus
8. Ibu Ikal : Rieke Diah Pitaloka
9. Pak Ichsan Balia : Nugie
10. Pak Mustar : Landung Simatupang
11. Zakiah Nurmala : Maudy Ayunda
12. Bang Rokib : Yaya Unru
13. Bang Zaitun : Jay Widjajanto

Hidup Sehat Dengan Air Putih



Minum air putih sangat dianjurkan, air putih berfungsi sebagai katalisator metabolisme dalam tubuh, terutama metabolisme karbohidrat dan lemak. Dengan banyak minum air, maka diharapkan karbohidrat dan lemak yang ada pada makanan dan yang tertimbun dalam tubuh bisa termetabolisme cukup banyak dan penimbunannya berangsur berkurang. Air juga penting sebagai pengencer. Darah kita itu selain mengandung sel-sel darah dan trombosit, juga mengandung senyawa lain, seperti nutrisi, hasil metabolisme dan absorpsi, yang akan didistribusikan sampai ke seluruh bagian tubuh untuk kebutuhannya. Dengan begitu, bisa dibayangkan bahwa darah kita pekat sekali dengan semua itu, akibatnya aliran darah jadi tidak optimal, kalau sudah begitu besar kemungkinannya ada yang malah bisa mengendap di dinding pembuluh darah dan menyempitkan pembuluh darah itu sendiri.

Sekitar 80% tubuh manusia terdiri dari air. Otak dan darah adalah dua organ penting yang memiliki kadar air di atas 80%. Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki komponen air 95%. Air tersebut diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi. Sedikitnya, secara normal kita butuh 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Ga’ percaya? coba aja tanya sama dokter pribadi kamu, pasti jawabannya hampir sama seperti pernyataan diatas he5x

Beberapa manfaat dari air putih :
1. Memperlancar sistem pencernaan
Mengkonsumsi air dalam jumlah cukup setiap hari akan memperlancar sistem pencernaan sehingga kita akan terhindari dari masalah-masalah pencernaan seperti maag ataupun sembelit. Pembakaran kalori juga akan berjalan efisien.
2. Air putih membantu memperlambat tumbuhnya zat-zat penyebab kanker, plus mencegah penyakit batu ginjal dan hati. Minum air putih akan membuat tubuh lebih berenergi.
3. Perawatan kecantikan
Bila kurang minum air putih, tubuh akan menyerap kandungan air dalam kulit sehingga kulit menjadi kering dan berkerut. Selain itu, air putih dapat melindungi kulit dari luar, sekaligus melembabkan dan menyehatkan kulit..
4. Menyehatkan jantung
Air juga diyakini dapat ikut menyembuhkan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran papas, usus, dan penyakit kewanitaan, dsb. Bahkan saat ini cukup banyak pengobatan altenatif yang memanfaatkan kemanjuran air putih.
5. Sebagai obat stroke
Air panas tak hanya digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kulit, tapi juga efektif untuk mengobati lumpuh, seperti karena stroke. Sebab, air tersebut dapat membantu memperkuat kembali otot-otot dan ligamen serta memperlancar sistem peredaran darah dan sistem pernapasan. Efek panas menyebabkan pelebaran pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah dan oksigenisasi jaringan, sehingga mencegah kekakuan otot, menghilangkan rasa nyeri serta menenangkan pikiran.
Kandungan ion-ion terutama khlor, magnesium, hidrogen karbonat dan sulfat dalam air panas, membantu pelebaran pembuluh darah sehingga meningkatkan sirkulasi darah. Selain itu pH airnya mampu mensterilkan kulit.
6. Efek relaksasi
Cobalah berdiri di bawah shower dan rasakan efeknya di tubuh. Pancuran air yang jatuh ke tubuh terasa seperti pijatan dan mampu menghilangkan rasa capek karena terasa seperti dipijat. Sejumlah pakar pengobatan alternatif mengatakan, bahwa bersentuhan dengan air mancur, berjalan-jalan di sekitar air terjun, atau sungai dan taman dengan banyak pancuran, akan memperoleh khasiat ion-ion negatif. Ion-ion negatif yang timbul karena butiran-butiran air yang berbenturan itu bisa meredakan rasa sakit, menetralkan racun, memerangi penyakit, serta membantu menyerap dan memanfaatkan oksigen. Ion negatif dalam aliran darah akan mempercepat pengiriman oksigen ke dalam sel dan jaringan.
Bukan itu saja jika mengalami ketegangan otot dapat dilegakan dengan mandi air hangat bersuhu sekitar 37o C. Selagi kaki terasa pegal kita sering dianjurkan untuk merendam kaki dengan air hangat dicampur sedikit garam.
7. Menguruskan badan
Air putih juga bersifat menghilangkan kotoran-kotoran dalam tubuh yang akan lebih cepat keluar lewat urine. Bagi yang ingin menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan (sehingga merasa agak kenyang) merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi air tidak mengandung kalori, gula, ataupun lemak. Namun yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang, tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin. Mau kurus?, minum air putih aja cin.
8. Tubuh lebih bugar
Khasiat air tak hanya untuk membersihkan tubuh saja tapi juga sebagai zat yang sangat diperlukan tubuh. Ukhtiy mungkin lebih dapat bertahan kekurangan makan beberapa hari ketimbang kurang air. Sebab, air merupakan bagian terbesar dalam komposisi tubuh manusia.
Jumlah air yang menurun dalam tubuh, fungsi organ-organ tubuh juga akan menurun dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, virus, dll. Namun, tubuh manusia mempunyai mekanisme dalam mempertahankan keseimbangan asupan air yang masuk dan yang dikeluarkan. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh. Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2-2,5 l (8 – 10 gelas) per hari. Jumlah kebutuhan air ini sudah termasuk asupan air dari makanan (seperti dari kuah sup, soto, dll), minuman seperti susu, teh, kopi, sirup dll. Selain itu, asupan air juga diperoleh dari hasil metabolisme makanan yang dikonsumsi dan metabolisme jaringan di dalam tubuh.
Trend minum air minimal 2 liter sehari harus segera dilaksanakan apalagi minum air putih setelah bangun pagi, penting itu Cin!! test ilmiah telah membuktikan keampuhannya, berikut ini deskripsi penggunaan air yang berguna untuk menaggulangi berbagai macam penyakit.

Penyakit-penyakit tersebut adalah sebagai berikut:

Sakit kepala, sakit badan, sistem jantung, arthritis, detak jantung cepat, epilepsi, kelebihan berat badan, asma bronchitis, penyakit ginjal dan urin, muntah-muntah, asam lambung, diare, diabetes, susah buang air besar, semua penyakit mata, rahim, kanker, datang bulan lancar, dan penyakit telinga, hidung dan kerongkongan.

METODE TERAPI

  1. Setelah kita bangun pagi sebelum mengosok gigi, minum 4 x 160 gelas air
  2. Gosok dan bersihkan mulut tetapi jangan makan ataupun minum apapun selama 45 menit
  3. Setelah 45 menit anda boleh makan dan minum seperti biasa
  4. Setelah 15 menit sarapan, makan siang dan makan malam, jangan makan ataupun minum apapun selama 2 jam
  5. Bagi mereka sudah berumur ataupun sakit dan tidak dapat minum 4 gelas air pada saat mulai bisa digantikan dengan meminum sedikit air terlebih dahulu dan kemudian ditingkatkan secara berkala hingga 4 gelas per hari.

Metode diatas adalah terapi untuk mengobati penyakit dari orang yang sakit dan orang lain dapat menikmati hidup yang sehat.

Daftar berikut adalah jumlah hari yang dibutuhkan untuk terapi pengobatan / control / mengurangi penyakit utama:

1. Tekanan darah tinggi (30 hari)

2. Asam lambung (10 hari)
3. Diabetes (30 hari)
4. Susah buang air besar/konstipasi (10 hari)
5. Kanker (180 hari)
6. Tuberculosis (90 hari)
7. Pasien arthritis disarankan untuk mengikuti terapi diatas ini hanya 3 hari pada minggu pertama dan dari minggu kedua dan seterusnya - setiap hari

Metode pengobatan ini tidak mempunyai efek samping, tetapi pada saat pelaksanaan pengobatan ini anda mungkin akan buang air beberapa kali.

Adalah lebih baik jika kita melanjutkan terapi ini dan menjadikan prosedur ini sebagai rutinitas kerja dalam kehidupan kita. Minum air dan tetap sehat dan aktif.

Untuk yang suka minum air dingin, artikel ini penting banget. Adalah enak untuk minum minuman dingin setelah makan. Bagaimanapun, air dingin akan memadatkan minyak yang kita konsumsi. Ia akan memperlambat pencernaan.
Sekali "kotoran" ini bereaksi dengan asam, ia akan dipecah dan diserap oleh intestine lebih cepat daripada makanan padat. Ia akan berbaris dalam usus besar. Dengan cepat, ini akan berubah menjadi lemak dan menjadi pemicu kanker. Adalah sangat bagus untuk minum sup hangat ataupun air hangat setelah makan. Jadi kurangin tuh kebiasaaan minum es teh, es jeruk, dan es-es lainnya setelah makan, biasain minum air putih dulu.
Pesan yang serius untuk serangan jantung:
· Wanita seharusnya tahu jika tidak semua simptom serangan jantung adalah sakit pada lengan kiri.
· Berhati-hatilah terhadap sakit yang sangat pada garis rahang
· Kamu mungkin tidak pernah merasakan sakit pertama pada dada selama serangan jantung
· Pusing dan keringat berlebihan merupakan simptom pada umumnya.
· 60% dari orang mengalami serangan jantung ketika mereka sedang tidur tetapi tidak bangun lagi.
· Sakit pada rahang dapat membangunkan anda dari tidur yang lelap. Mari berhati-hati dan sadar.

Makin banyak kita tahu, kesempatan bertahan hidup menjadi lebih besar


Diet Sehat Dengan Buah-buahan


Saat ini banyak program diet yang menawarkan hasil tubuh sehat dan langsing. Namun, hati-hati dalam memilih program diet yang tepat, karena impian tubuh sehat dan langsing bisa hilang akibat salah memilih program diet.

Dalam memilih program diet, membatasi konsumsi satu kelompok makanan tertentu seperti hanya mengonsumsi buah dan sayur saja juga tidak sehat. Karena tubuh akan kekurangan zat lainnya yang diperlukan seperti protein, karbohidrat, dan lainnya. Oleh karena itu, diet dengan buah-buahan juga harus diimbangi asupan nutrisi lainnya.


Mengonsumsi buah-buahan

Salah satu program diet yang aman bagi tubuh adalah diet dengan lebih banyak mengonsumsi sayuran dan buah segar. Program ini jauh lebih baik karena dari sayuran dan buah segar banyak ditemukan fiber atau serat sebagai komponen makanan yang penting untuk diet. Konsumsi buah dan sayuran dalam jumlah tinggi itu dapat pula menghindarkan manusia dari serangan jantung dan kanker.

Daftar 10 buah-buahan yang bermanfaat bagi kesehatan dan kandungan nutrisinya:

Apel

Apel mengandung karbohidrat terutama ketika sedang tumbuh dan kaya pectin (sejenis serat). Apel mengandung flavonol yang disebut quercetin yang dalam beberapa penelitian memiliki bahan antikanker. Quercetin juga mengandung bahan antiradang sehingga bermanfaat bagi penyakit seperti arthritis. Sedangkan kandungan gizinya, apel mengandung vitamin C tapi tidak sebanyak buah jeruk.

Stroberi

Stroberi mengandung ellagic acid sebagai antioksidan. Dalam beberapa penelitian ellagic acid terbukti dapat menghalangi pertumbuhan tumor dalam paru-paru, osephagus, payudara, cervix dan lidah. Sebagai obat tradisional, stroberi diyakini memiliki antibakteri dan digunakan sebagai pembersih sistem pencernaan. Stroberi banyak mengandung vitamin C.


Pisang

Pisang merupakan sumber vitamin B6 yang dibutuhkan untuk membuat serotonin dalam otak. Serotonin berfungsi mengurangi rasa sakit, menekan nafsu makan, dan membuat merasa relaks dan mengurangi ketegangan. Sebagai obat tradisional, pisang digunakan untuk menyembuhkan bisul perut. Tidak seperti buah-buahan lain, pisang mengandung banyak karbohidrat, sedikit mengandung karotin dan vitamin C namun kaya potasium.

Melon

Melon mengandung gula yang tinggi dan lycopene yang berfungsi sebagai antikanker. Melon merah dan oranye juga mengandung carotenoid yang dapat melindungi sel tubuh terhadap kerusakan free radical dan dapat juga diubah menjadi vitamin A dalam tubuh. Melon merupakan sumber carotenoid dan juga mengandung vitamin C.

Jeruk

Jeruk mengandung phytochemical yang disebut hesperidin yang berfungsi sebagai antioksidan. Jeruk juga sumber pectin yang berfungsi menurunkan tekanan darah dan termasuk buah rendah serat namun sumber vitamin C dan folate.

Mangga

Mangga mengandung carotenoid yang disebut beta crytoxanthin, sebuah antioksidan yang dapat melindungi terhadap beberapa jenis kanker seperti kanker usus dan kanker tulang tengkuk. Mangga termasuk buah yang kaya carotenoid, serat, dan vitamin C.

Kiwi

Kiwi mengandung pigmen yang disebut chlorophyll yang memberikan buah tersebut warna hijau. Kiwi dapat diubah menjadi sebuah senyawa yang memiliki kemampuan mengikat kanker. Satu buah kiwi sudah cukup untuk memenuhi persyaratan konsumsi vitamin C orang dewasa.

Plum

Plum mengandung phytochemical yang disebut ferulic acid, yang memiliki senyawa antikanker. Penelitian menujukkan banyak konsumsi ferulic acid dapat membantu menurunkan risiko kanker usus. Plum merupakan buah yang kaya serat dan potasium.

Anggur

Kulit anggur mengandung phytochemical yang disebut resveratrol yang terbukti dapat meningkatkan kesehatan jantung, antikanker, antibakteri, dan mengandung antioksidan. Anggur memiliki kandungan serat dan vitamin C yang rendah.

Nanas

Nanas mengandung enzim bromelain yang memiliki kemampuan untuk menguraikan protein. Nanas sering dipakai sebagai bahan pelunak daging selain berguna membantu pencernaan, menguraikan pembekuan darah, mencegah sinusitis, dan infeksi saluran kencing. Nanas merupakan sumber vitamin C dan serat serta mengandung kadar gula yang tinggi.

Setelah membaca ini jadi kepikiran juga, selama ini aku kan kurang bangedh makan makanan yang mengandung serat n buah-buahan. Setelah di coba ternyata makan buah enak juga, bisa jadi penunda lapar, sehat, anggep aja cemilan jadi ga takut tambah ndutt kalo makan buah banyak-banyak. Patut dipertahankan nieh he5x. :-)

Selasa, 22 Desember 2009

Memulai Hari Dengan Cerah


Hari yang cerah bukan ditandai dengan matahari yang bersinar terang atau udara yang sejuk, melainkan dari hati dan pikiran yang segar. Kecerahan suatu hari dimulai dari diri anda sendiri. Kita tahu bahwa sesuatu yang dimulai dengan baik merupakan separuh dari pencapaian tujuan. Karena itu, memulai aktivitas hari ini dengan kecerahan suasana adalah modal besar untuk menyelesaikan hari dengan baik pula. Bagaimana memulai hari dengan cerah sangat dipengaruhi oleh pola hidup kita.

Berikut beberapa tips ringan agar kita bisa memulai hari dengan cerah.

1. Mulailah dari malam hari.
Kita tak bisa berharap bangun dengan segar jika di malam harinya tak cukup tidur nyenyak. Hari esok yang cerah dimulai dari malam ini. Bila anda masih mempunyai masalah, yakinlah masih ada waktu esok untuk menyelesaikannya lebih baik lagi. Malam ini, beristirahatlah sebaik-baiknya.

2. Bangun pagi lebih pagi.

Bangunlah lebih pagi daripada terbitnya matahari. Jumpai keheningan dan kesunyian. Pagi buta adalah saat yang tepat untuk menemukan sisi damai dalam diri anda.
3. Damaikan pikiran dan tentramkan jiwa
Jangan terburu melakukan aktivitas. Resapi saja suasana pagi yang damai ini. Berdoa, sampaikan syukur atas hidup yang masih diberikan pada kita dan bersaat teduh.

4. Segarkan tubuh.

Minum air. Hirup aroma tea atau kopi yang menyegarkan. Berjalan-jalanlah keluar. Pompa udara banyak-banyak ke dalam paru-paru. Lakukan olahraga ringan, Mandi dengan air segar. Bersihkan tubuh baik-baik. Tetaplah mengingat janji anda tadi pagi untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi semesta hari ini.

5. Dapatkan sarapan secukupnya.

Isi perut anda secukupnya. Sarapan yang baik adalah modal untuk kebugaran tubuh anda sepanjang hari. Jangan asal kenyang, namun cukupkan kebutuhan energi dan gizi.

6. Sapalah orang-orang yang anda jumpai.

Terbarkan senyum. Tak peduli apakah matahari bersinar cerah atau mendung menggayut, sapalah orang-orang yang anda jumpai. Tanyakan kabar mereka, maka jangan terkejut jika mereka pun akan membalas senyum anda.

7. Jangan mengeluh

Apa pun yang terjadi, entah itu hari hujan, jalanan macet, kereta datang terlambat, kendaraan mogok, atau apa pun yang terjadi, terimalah semua itu apa adanya. In everything, give thanks.
Selamat bekerja serta selamat bercerah hari

Lectio Divina


Lectio Divina, apakah itu?

Tradisi Gereja Katolik mengenal apa yang disebut sebagai “lectio divina” untuk membantu kita umat beriman untuk sampai kepada persahabatan yang mendalam dengan Tuhan. Caranya ialah dengan mendengarkan Tuhan berbicara kepada kita melalui sabda-Nya. “Lectio” sendiri adalah kata Latin yang artinya “bacaan”.[1 ] Maka “lectio divina” berarti bacaan ilahi atau bacaan rohani. Bacaan ilahi/ rohani ini terutama diperoleh dari Kitab Suci. Maka memang, lectio divina adalah cara berdoa dengan membaca dan merenungkan Kitab Suci untuk mencapai persatuan dengan Tuhan Allah Tritunggal. Di samping itu, dengan berdoa sambil merenungkan Sabda-Nya, kita dapat semakin memahami dan meresapkan Sabda Tuhan dan misteri kasih Allah yang dinyatakan melalui Kristus Putera-Nya. Melalui Lectio divina, kita diajak untuk membaca, merenungkan, mendengarkan, dan akhirnya berdoa ataupun menyanyikan pujian yang berdasarkan sabda Tuhan, di dalam hati kita. Penghayatan sabda Tuhan ini akan membawa kita kepada kesadaran akan kehadiran Allah yang membimbing kita dalam segala kegiatan kita sepanjang hari. Jika kita rajin dan tekun melaksanakannya, kita akan mengalami eratnya persahabatan kita dengan Allah. Suatu pengalaman yang begitu indah tak terlukiskan!

Empat hal dalam proses Lectio Divina

Meskipun terjemahan bebas dari kata lectio adalah bacaan, proses yang terjadi dalam Lectio divina bukan hanya sekedar membaca. Proses lectio divina ini menyangkut empat hal, yaitu: lectio, meditatio, oratio dan contemplatio.[2 ].
1. Lectio
Membaca di sini bukan sekedar membaca tulisan, melainkan juga membuka keseluruhan diri kita terhadap Sabda yang menyelamatkan. Kita membiarkan Kristus, Sang Sabda, untuk berbicara kepada kita, dan menguatkan kita, sebab maksud kita membaca bukan sekedar untuk pengetahuan tetapi untuk perubahan dan perbaikan diri kita. Maka saat kita sudah menentukan bacaan yang akan kita renungkan (misalnya bacaan Injil hari itu, atau bacaan dari Ibadat Harian), kita dapat membacanya dengan kesadaran bahwa ayat-ayat tersebut sungguh ditujukan oleh Tuhan kepada kita.
2. Meditatio
Meditatio adalah pengulangan dari kata-kata ataupun frasa dari perikop yang kita baca, yang menarik perhatian kita. Ini bukan pelatihan pemikiran intelektual di mana kita menelaah teksnya, tetapi kita menyerahkan diri kita kepada pimpinan Allah, pada saat kita mengulangi dan merenungkan kata-kata atau frasa tersebut di dalam hati. Dengan pengulangan tersebut, Sabda itu akan menembus batin kita sampai kita dapat menjadi satu dengan teks itu. Kita mengingatnya sebagai sapaan Allah kepada kita.
3. Oratio
Doa adalah tanggapan hati kita terhadap sapaan Tuhan. Setelah dipenuhi oleh Sabda yang menyelamatkan, maka kita memberi tanggapan. Maka seperti kata St. Cyprian, “Melalui Kitab Suci, Tuhan berbicara kepada kita, dan melalui doa kita berbicara kepada Tuhan.” Maka dalam lectio divina ini, kita mengalami komunikasi dua arah, sebab kita berdoa dengan merenungkan Sabda-Nya, dan kemudian kita menanggapinya, baik dengan ungkapan syukur, jika kita menemukan pertolongan dan peneguhan; pertobatan, jika kita menemukan teguran; ataupun pujian kepada Tuhan, jika kita menemukan pernyataan kebaikan dan kebesaran-Nya.
4. Contemplatio
Saat kita dengan setia melakukan tahapan-tahapan ini, akan ada saatnya kita mengalami kedekatan dengan Allah, di mana kita berada dalam hadirat Allah yang memang selalu hadir dalam hidup kita. Kesadaran kontemplatif akan kehadiran Allah yang tak terputus ini adalah sebuah karunia dari Tuhan. Ini bukan hasil dari usaha kita ataupun penghargaan atas usaha kita. St. Teresa menggambarkan keadaan ini sebagai doa persatuan dengan Allah/ prayer of union di mana kita “memberikan diri kita secara total kepada Allah, menyerahkan sepenuhnya kehendak kita kepada kehendak-Nya.”[3 ]
Ke-empat fase ini membuat kelengkapan lectio divina. Jika lectio diumpamakan sebagai fase perkenalan, maka meditatio adalah pertemanan, oratio persahabatan dan contemplatio sebagai persatuan.

Bagaimana caranya memulai Lectio Divina

Karena maksud dari lectio divina adalah untuk menerapkan Sabda Allah dalam kehidupan kita, dan dengan demikian hidup kita diubah dan dipimpin olehnya, maka langkah-langkah lectio divina adalah sebagai berikut:
1. Ambillah sikap doa, bawalah diri kita dalam hadirat Allah. Resapkanlah kehadiran Tuhan di dalam hati kita. Mohonlah agar Tuhan sendiri memimpin dan mengubah hidup kita melalui bacaan Kitab Suci hari itu.
2. Mohonlah kepada Roh Kudus untuk membantu kita memahami perikop itu dengan pengertian yang benar.
3. Bacalah perikop Kitab Suci tersebut secara perlahan dan dengan seksama, jika mungkin ulangi lagi sampai beberapa kali.
4. Renungkan untuk beberapa menit, akan satu kata atau ayat atau hal-hal yang disampaikan dalam perikop tersebut dan tanyakanlah kepada diri kita sendiri, “Apakah yang diajarkan oleh Allah melalui perikop ini kepadaku?”
5. Tutuplah doa dengan satu atau lebih resolusi/keputusan praktis yang akan kita lakukan, dengan menerapkan pokok-pokok ajaran yang disampaikan dalam perikop tersebut di dalam hidup dan keadaan kita sekarang ini.

Berdoa Ibadat Harian/ Liturgy of the Hour

Tradisi Gereja Katolik juga mengenal adanya doa “Ibadat Harian/Liturgy of the hour/ Divine office“, yaitu doa yang pada awalnya didoakan oleh para biarawan/ biarawati. Doa ini secara lengkapnya terdiri dari doa pagi, dan doa sore, doa tengah hari, doa menjelang tengah hari, doa sesudah tengah hari, dan doa malam; serta bacaan dan renungan hari itu (Office of the Reading). Setelah Konsili Vatikan ke II, Ibadat Harian ini dianjurkan juga bagi para awam, terutama doa pagi (Laudes/ Morning prayer) dan doa sore (Vesper/Evening prayer).[4 ].
Pendarasan doa Ibadat Harian ini mempunyai makna yang sangat dalam, yang jika didoakan bersama-sama dengan imam, dapat merupakan suara Gereja, sebagai Mempelai Kristus kepada Kristus, atau bahkan juga doa kita sebagai anggota-anggota Tubuh Kristus dengan kesatuan dengan Kristus sebagai Kepalanya, kepada Allah Bapa.[5 ]
Begitu indahnya doa Ibadat Harian ini, doa ini terdiri dari kutipan-kutipan mazmur yang kemudian diikuti oleh perikop singkat dari Kitab Suci. Selanjutnya baru diikuti oleh Kidung Zakaria (untuk doa pagi) atau Kidung Magnificat (untuk doa sore) dan baru kemudian doa-doa permohonan, dan diakhiri oleh doa Bapa Kami dan doa penutup. Selanjutnya silakan klik di sini untuk memperoleh keterangan lebih lanjut tentang doa Ibadat Harian/ “Liturgy of the Hour” ini.

Contoh merenungkan Alkitab dengan Lectio divina

Mari kita melihat bacaan Injil kemarin, Kamis 13 Agustus 2009, yang diambil dari Mat 18:21-19:2. Di dalam perikop tersebut diceritakan perumpamaan tentang pengampunan. Pada saat kita merenungkan perikop ini, maka kita dapat bertanya pada diri sendiri, apakah yang Tuhan inginkan agar kita terapkan dalam kehidupan kita sehari hari?
Maka kita bisa membayangkan salah satu tokoh dalam perikop itu, misalnya, kita menjadi hamba itu yang berhutang sepuluh ribu talenta. Namun oleh belas kasihan raja [yaitu Tuhan], maka hutang hamba itu dihapuskan. Namun kemudian kita berjumpa dengan orang yang telah menyakiti hati kita, dan kita merasa sulit untuk mengampuni. Dengan demikian, kita bersikap seperti hamba itu, yang walaupun sudah diampuni dan dihapuskan hutangnya, namun tidak dapat/ sukar mengampuni orang lain. Mari dengan jujur melihat, apakah kita pun pernah atau sering bersikap seperti hamba yang tidak berbelas kasihan ini? Siapakah kiranya orang yang Tuhan inginkan agar kita ampuni? Tanyakanlah kepada Tuhan dalam hati, “Tuhan, tunjukkanlah kepadaku, adakah aku pernah bersikap demikian? Siapakah yang harus kuampuni…?
Sambil terus merenungkan ayat demi ayat dalam perikop tersebut, bercakap-cakaplah dengan Tuhan dalam keheningan batin. Mungkin Tuhan ingin mengingatkan kita akan ayat ini, “Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti Aku telah mengasihani engkau?” (Mat 18:33). Jika ayat itu yang sungguh berbicara pada kita hari ini, maka kita mengingatnya dan mengulanginya kembali dalam hati, sebagai perkataan Tuhan yang ditujukan kepada kita. Dan semakin kita merenungkannya, semakin hiduplah perkataan itu di batin kita, dan bahkan kita dapat mendapat dorongan untuk menerapkannya.
Atau jika pada saat ini kita masih terluka atas perlakuan seseorang kepada kita, maka, kitapun dapat membawanya ke hadapan Kristus. Kita dapat pula menyatakan kepada-Nya, betapa kita ingin mengampuni, namun rasa sakit masih begitu mendalam dan nyata dalam hati kita. Maka, mungkin ayat yang berbicara adalah beberapa ayat sesudahnya yang berkata, “Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan Iapun menyembuhkan mereka di sana.” (Mat 19:2). Kita dapat membayangkan bahwa kita berada di antara orang yang berbondong-bondong itu, dan memohon agar Ia menyembuhkan luka-luka batin kita. Biarlah ayat Mat 19:2 meresap dalam hati kita, dan kita ulangi berkali-kali sepanjang hari, “…. dan Tuhan Yesus-pun menyembuhkan luka-luka batinku di sana.” Biarkan jamahan Tuhan yang menyembuhkan banyak orang pada 2000 tahun yang lalu menyembuhkan kita juga pada saat ini. Dengan kita mengalami kesembuhan batin, maka sedikit demi sedikit Tuhan membantu kita untuk mengampuni, sebab kekuatan kasih-Nya memampukan kita melakukan sesuatu yang di luar batas kemampuan kita sebagai manusia.
Memang, pada akhirnya, lectio divina ini tidak akan banyak berguna jika kita berhenti pada meditatio/ permenungan, tapi tanpa langkah selanjutnya. Kita harus menanggapi apa yang Tuhan sampaikan lewat sabda-Nya, dan membuat keputusan tentang apakah yang akan kita lakukan selanjutnya, setelah menerima pengajaran-Nya. Maka langkah berikut, kita dapat mengadakan percakapan/ oratio yang akrab dengan Tuhan Yesus, entah berupa ucapan syukur, pertobatan, atau permohonan, yang semua dilakukan atas dasar kesadaran kita akan besarnya kasih Tuhan kepada kita.
Kesadaran akan kasih Kristus inilah yang sedikit demi sedikit mengubah kita, dan mendorong kita untuk juga memperbaiki diri, supaya dapat mengikuti teladan-Nya untuk hidup mengasihi orang-orang di sekitar kita, terutama anggota keluarga kita sendiri: suami, istri, orang tua, dan anak-anak. Kasih-Nya ini pula yang membangkitkan di dalam hati kita rasa syukur, atas pengampunan dan pertolongan-Nya pada kita. Dengan memandang kepada Yesus, kita dapat melihat dengan jujur ke dalam diri kita sendiri, untuk menemukan hal-hal yang masih harus kita perbaiki, agar kita dapat hidup sesuai dengan panggilan kita sebagai murid- murid-Nya.
Jika melalui lectio divina akhirnya kita mampu mengalahkan kehendak diri sendiri untuk mengikuti kehendak Allah, maka kita perlu sungguh bersyukur. Sebab sesungguhnya, ini adalah karya Roh Kudus yang nyata dalam hidup kita. Perubahan hati, atau pertobatan terus menerus yang menghantar kita lebih dekat kepada Tuhan dengan sendirinya mempersiapkan kita untuk bersatu dengan-Nya dalam contemplatio. Dalam contemplatio ini, hanya ada Allah saja di dalam hati dan pikiran kita. Kerajaan-Nya memenuhi hati kita, sehingga kehendak-Nya sepenuhnya menjadi kehendak kita. “Jadilah padaku ya Tuhan, menurut kehendak-Mu….” Dan dalam keheningan dan kedalaman batin kita masuk dalam persatuan dengan Dia.
Jika arti doa yang sesungguhnya adalah “turun dengan pikiran kita menuju ke dalam hati, dan di sana kita berdiri di hadapan wajah Tuhan, yang selalu hadir, selalu memandang kita, di dalam diri kita.”[6 ], maka contemplatio adalah puncak doa. Ini adalah saat di mana kita memandang Yesus dengan pandangan iman: “Aku memandang Dia dan Dia memandangku.”[7 ] Pandangan kepada Yesus ini adalah suatu bentuk penyangkalan diri, di mana kita tidak lagi menghendaki sesuatu yang lain daripada kehendak Allah. Dengan pandangan ini kita mempercayakan seluruh diri kita ke dalam tangan-Nya, dan kita semakin terdorong untuk mengasihi dan mengikuti Dia yang terlebih dahulu mengasihi kita.

Apa buah-buah dari Lectio divina?

Buah-buah dari Lectio divina adalah Compassio dan Operatio.[8 ]. Dengan persatuan kita dengan Tuhan, maka kita membuka diri juga untuk lebih memperhatikan dan mengasihi sesama dan ciptaan Tuhan yang lain. Kita juga didorong untuk melakukan tindakan nyata untuk membantu sesama yang membutuhkan pertolongan, ataupun untuk selalu mengusahakan perdamaian dengan semua orang. Dengan demikian perbuatan kita menjadi kesatuan dengan doa kita, atau dengan perkataan lain kita memiliki perpaduan sikap Maria dan Martha (lih. Luk 10:38-42).

Mari, memulai perjalanan iman dengan Lectio divina

Jika kita membaca pengalaman para orang kudus, kita mengetahui bahwa banyak dari mereka menerapkan lectio divina dalam kehidupan rohani mereka. Diakui bahwa perjalanan menuju contemplatio bukan sesuatu yang mudah, karena memerlukan disiplin dan kesetiaan kita untuk menyediakan waktu untuk berdoa. Namun demikian, sesungguhnya setiap orang dapat mulai menerapkan lectio divina ini dalam kehidupan sehari-hari.
Banyak orang keliru jika berpikir bahwa membaca dan merenungkan Alkitab secara pribadi hanya dapat dilakukan oleh orang-orang tertentu yang tingkat pendidikan yang tinggi tentang Alkitab. Kenyataannya, sebagian besar perikop Kitab Suci tidak sulit di-interpretasikan. Bahkan perikop yang mengandung ayat yang sulit sekalipun, akan tetap berguna untuk direnungkan. Maka sesungguhnya, tidak ada alasan bagi kita untuk malas membaca dan merenungkan Kitab Suci. Kita dapat menggunakan ayat-ayat Kitab Suci untuk berdoa dan untuk menjadi penuntun sikap kita sehari-hari. Membaca atau menghafalkan ayat- ayat Alkitab adalah sesuatu yang baik, tetapi alangkah lebih baik jika kita meresapkannya dan membiarkan hidup kita terus menerus diubah olehnya. Tentu, ke arah yang lebih baik, agar kita semakin dapat mengikuti teladan Kristus Tuhan kita.
“O, Tuhan Yesus, tambahkanlah di dalam hatiku, kasih kepada-Mu; sehingga aku dapat setia menginginkan persahabatan dengan Engkau melalui doa dan Sabda.”
Catatan kaki:
1. Lih. M. Basil Pennington, Lectio Divina, (New York: A Crossroad Book, 1998), p. 1 [ ©]
2. Lih. Ibid., p. 57, 88 [ ©]
3. St. Teresa of Avila, The Way of Perfection, text prepared by Kieran Kavanaugh, OCD, Washington DC: ICS Publication, 2000), p. 358. [ ©]
4. lih. Sacrosanctum Concilium, 87, 89 [ ©]
5. lih. Sacrosanctum Concilium, 84 [ ©]
6. Henri J.M. Nouwen, The Way of the Heart, (New York: Ballantine Books, 1991), p.59 [ ©]
7. KGK 2715 [ ©]
8. lih. M. Basil Pennington, Lectio Divina, Ibid., p. 89 [ ©]


diunduh dari : www.katolisitas.com